Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar
Secara implisit, ada dua faktor yang
mempengaruhi hasil belajar dan pembelajaran anak, yaitu faktor internal dan
faktor eksternal.
a. Faktor
Internal
Faktor internal meliputi faktor fisiologis, yaitu
kondisi jasmani dan keadaan fungsi-fungsi fisiologis.
1)
Faktor fisiologis sangat menunjang atau
melatarbelakangi aktivitas belajar. Keadaan jasmani yang sehat akan berpengaruh
lain dibanding jasmani yang keadaannya kurang sehat. Untuk menjaga agar keadaan
jasmani tetap sehat, nutrisi harus cukup. Hal ini disebabkan, kekurangan kadar
makanan akan mengakibatkan keadaan jasmani lemah yang mengakibatkan lekas
mengantuk dan lelah.
2)
Faktor psikologis, yaitu yang mendorong
atau memotivasi belajar. Faktor-faktor tersebut diantaranya:
-
Adanya keinginan untuk tahu.
-
Agar mendapatkan simpati dari orang
lain.
-
Untuk memperbaiki kegagalan
-
Untuk mendapatkan rasa aman.
b. Faktor
Eksternal
Faktor-faktor eksternal, yaitu faktor dari luar diri
anak yang ikut mempengaruhi belajar anak, yang antara lain berasal dari orang
tua, sekolah, dan masyarakat.
1)
Faktor yang berasal dari orang tua
Faktor
yang berasal dari orang tua ini utamanya adalah sebagai cara mendidik orang tua
terhadap anaknya. Ada beberapa tanggapan mengenai faktor yang mempengaruhi
belajar yang berasal dari orang tua, tipe seperti ini mendidik sesuai dengan
kepemimpinan Pancasila lebih baik dibandingkan tipe-tipe diatas. Karena orang
tua dalam mencampuri belajar anak, tidak akan masuk terlalu dalam.
Prinsip
kepemimpinan Pancasila sangat manusiawi, karena orang tua akan bertindak “ing
ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani”. Dalam
kepemimpinan Pancasila ini berarti orang tua melakukan kebiasaan-kebiasaan yang
positif kepada anak untuk dapat diteladani. Orang tua juga selalu memperhatikan
anak selama belajar baik langsung maupun tidak langsung, dan memberikan
arahan-arahan manakala akan melakukan tindakan yang kurang tertib dalam
belajar.
2)
Faktor yang berasal dari sekolah
Faktor yang berasal dari sekolah, dapat berasal dari
guru, mata pelajaran yang ditempuh, dan metode yang diterapkan. Faktor guru
banyak menjadi penyebab kegagalan belajar anak, yaitu yang menyangkut
kepribadian guru, kemampuan mengajarnya. Terhadap mata pelajaran, karena
kebanyakan anak memusatkan perhatianya kepada yang diminati saja, sehingga
mengakibatkan nilai yang diperolehnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Keterampilan, kemampuan, dan kemauan belajar anak tidak dapat dilepaskan dari
pengaruh atau campur tangan orang lain. Oleh karena itu menjadi tugas guru
untuk membimbing anak dalam belajar.
3)
Faktor yang berasal dari masyarakat
Anak
tidak lepas dari kehidupan masyarakat. Faktor masyarakat bahkan sangat kuat
pengaruhnya terhadap pendidikan anak. Pengaruh masyarakat bahkan sulit
dikendalikan. Mendukung atau tidak mendukung perkembangan anak, masyarakat juga
ikut mempengaruhi.
Selain
beberapa faktor internal dan eksternal di atas, faktor yang mempengaruhi hasil
belajar dapat disebutkan sebagai berikut:
1.
Minat
Seorang yang tidak berminat
mempelajari sesuatu tidak akan berhasil dengan baik, tetapi kalau seseorang
memiliki minat terhadap objek masalah maka dapat diharakan hasilnya baik.
Masalahnya adalah bagainama seorang pendidik selektif dalam menentukan atau
memilih masalah atau materi pelajaran yang menarik siswa. Berikutnya mengemas
materi yang dipilih dengan metode yang menarik. Karena itu pendidik/ pengajar
perlu mengenali karakteristik siswa, misalnya latar belakang sosial ekonomi,
keyakinan, kemampuan, dan lain-lain.
2.
Kecerdasan
Kecerdasan memegang peranan penting
dalam menentukan berhasil tidaknya seserorang. Orang pada umumnya lebih mampu
belajar daripada orang yang kurang cerdas. Berbagai penelitian menunjukkan
hubungan yang erat antara tingkat kecerdasan dan hasil belajar di sekalah
(Sumadi, 1989: 11).
3.
Bakat
Bakat merupakan kemampuan bawaan
sebagai potensi yang perlu dilatih dan dikembangkan agar dapat terwujud (Utami,
1992: 17). Bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat
dilakukan pada masa yang akan datang. Selain kecerdasan bakat merupakan faktor
yang menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam belajar (Sumadi, 1989: 12).
Belajar pada bidang yang sesuai dengan bakatnya akan memperbesar kemungkinan
seseorang untuk berhasil.
4.
Motivasi
Motivasi merupakan dorongan yang
ada pada diri anak untuk melakukan sesuatu tindakan. Besar kecilnya motivasi
banyak dipengaruhi oleh kebutuhan individu yang ingin dipenuhi (Suharsimi,
1993: 88). Ada dua macam motivasi yaitu motivasi instrinsik dan motivasi
ekstrinsik. Motivasi instrinsik adalah motivasi yang ditimbulkan dari dalam
diri orang yang bersangkutan. Sedangkan, motivasi ekstrinsik adalah motivasi
yang timbul oleh rangsangan dari luar atau motivasi yang disebabkan oleh
faktor-faktor dari luar situasi belajar, misalnya angka, ijazah, tingkatan,
hadiah, persaingan, pertentangan, sindiran, cemoohan dan hukuman. Motivasi ini
tetap diperlukan di sekolah karena tidak semua pelajaran sesuai dengan minat
dan kebutuhan siswa.
5.
Kemampuan Kognitif
-
Kemampuan kognitif atau kemampuan
penalaran yang tinggi akan membantu siswa dapat belajar lebih baik dari pada
siswa yang memiliki kemampuan kognitif sedang.
Selain itu juga
ada beberapa factor lain :
a)
Faktor Luar Yaitu faktor yang berasal
dariluar diri siswa yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Beberapa
faktor luar antaralain:
·
Faktor Lingkungan, antara lain:
-
Lingkungan alam, yaitu kondisi alam yang
dapat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar.
-
Lingkungan social, baik yang berwujud
manusia atau yang lain yang langung dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar.
b)
Faktor Instrumen Adalah faktor-faktor
yang ada dan penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang
diharapkan. Faktor-faktor ini meliputi:
·
Kurikulum
Kurikulum yang belum mantap dan
sering adanya perubahan dapat mengganggu proses belajar.
·
Program
Program yang jelas tujuannya,
sasarannya, waktunya mudah dilaksanakan, akan dapat membantuproses belajar.
·
Sarana dan Fasilitas
Keadaan gedung dan tempat belajar,
penerangan, ventilasi, tempat duduk dapat mempengaruhi keberhasilan belajar.
Sarana yang memadai akan membuat iklim yang kondusif untuk belajar.
·
Guru dan Tenaga Pengajar
Kelengkapan jumlah
guru, cara mengajar,
kemampuan, kedisiplinan yang dimiliki oleh setiap guru dapat
mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Guru yang professional akan
mengembangkan kemampuannya melalui pendekatan. Pendekatan akan mampu
menciptakan suasana aktif sehingga tujuan yang direncanakan dapat tercapai.
sumber :
Asrori, Mohammad. 2007. Psikologi
Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima



Tidak ada komentar:
Posting Komentar